LAWAN LUPA: a Mixtape by Filastine and Nova Ruth

image

MUNGKIN


Mungkin, bangsa Indonesia adalah bangsa yang baik. Bangsa yang baik budinya. Baik hatinya. Terlalu baik kadang, sehingga jadi terlalu mudah maklum, mudah pasrah, mudah lupa. Biar dibilang arif budinya, luhur personanya. Padahal di dalam hatinya masih menggerutu, mencibir mulu, dan gemar mengumpat, “Asu!”
Mungkin, sebenarnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang amat peduli akan citra. Peduli akan kesan yang ada di kepala. Dan, ketika sampai di era dimana citra adalah hal yang harus di pikirkan sampai di luar kepala lewat status kata dan rupa di social media, mungkin sesekali melihat lebih dalam akan ada apa dibalik citra adalah hal yang kadang lupa dilaksana. Apalagi ketika kita sedang berada dimasa dimana citra diolah sedemikian rupa demi kesan ksatria untuk dapati posisi pemimpin bangsa.
Paket ini berisi nyanyi dan suara tentang melawan lupa. Khususnya pada luka-luka yang terjadi kepada mereka yang terkena duka, pula bagi mereka kini tak terdengar lagi kabarnya, semata karena mereka berani beda suara.
Pada sisi utama (side A) adalah “Lawan Lupa”, mixtape berisi lagu-lagu dan potongan suara yang dikompilasikan oleh Nova & Filastine untuk sebagai bagian dari proyek “Stage Boundary Songs” sebuah kerjasama bersama DJ/Rupture & Anonymous.
Pada sisi baliknya (side B) adalah empat karya baru dari kolektif Nova & Filastine yang juga melagu tentang kebebasan bersuara, persis seperti judul utama empat karya ini: “Aphasia”.
Mungkin, Indonesia akan kehilangan sebagian dari identitas bangsanya ketika manusianya tak lagi mudah maklum, mudah pasrah, dan mudah lupa. Tapi mungkin juga, dengan begini akan muncul identitas baru, sebagai bangsa yang menghargai setiap jengkal sejarahnya. Dan kemudian belajar dari sejarah tersebut untuk tak lagi mengambil langkah salah yang sama seperti dulu kala.
Mungkin saja.

Oleh: M. Hilmi


Mixtape LAWAN LUPA bisa diakses di:
https://soundcloud.com/filastine/lawanlupa-the-act-of-killing-mixtape
Kaset LAWAN LUPA bisa dipesan di:
083 834 995 606
Atau bisa juga di pesan melalui @koalisinada (0852 48 563 444)

Out Now Sunrise Of Java “Devil Town”

segera beredar Surgery Without Research / No Man’s Land - split EP 7”
No Man’s Land / The Young’s Boot - split EP 7”

"FOURKINDS, a workshop for friendship"

"FOURKINDS, a workshop for friendship" drawing.printing.music.fashion
ibuhousecoffee | jl. citandui 46 | 25 juni 2014 start 10am-6pm

10.00 demo dan sharing tentang printing (sablon)
11.00 sesi drawing oleh MALANG SUNDAY DRAWING dan PENA HITAM untuk proses filn sablon
12.30 demo proses pembuatan film sablon hingga aplikasi ke media cetak
14.00 sesi obrolan santai oleh SAMMACK, ROFFI MUHAMMAD dan DIDI PAINSUGAR
16.00 music performance oleh CRIMSON DIARY, RUANG LUKA feat ODIEN, LOURDY NICO, DONNY AJER dan CHRISTABEL ANNORA
18.00 finish

supported by lapak dan komunitas trendy:
PENA HITAM, MALANG SUNDAY DRAWING, ANUBIS, KONX, MAANGSUBPOP, MATIxKUTU RECORDS, BARONGSAI RECORDS, KANAL 30, KOALISI NADA, PAIMO DISTRIBUTION, NAD&SKY, ROUPA, LABDAGATIC, KALBISK, ARTERY, MARTOSAIDI, RIDE, ANGSARUKA

Penahitam Fanzine #4

Ice Cream Vaganza 2014

“Di Sofa Ini”, Bonus Track Yang Lahir Dari “Couch to Couch” Album Split Write The Future x Story Starry Nite

Setelah selesai merampungkan sesi rekaman yang berlokasi di Osithok Studio, Malang pada akhir Mei lalu, baru-baru ini Write The Future dan Story Starry Nite mengunggah sebuah video singkat via Aperoject Records YouTube channel. Video tersebut memperlihatkan para personel Write The Future dan Story Starry Nite menyanyikan sebuah lagu secara akustik dalam satu ruang, dimana lagu tersebut nantinya akan menjadi bonus track yang terdapat di dalam “Couch to Couch”, sebuah album split yang akan dirilis Aperoject Records bulan Agustus 2014 mendatang. Lagu ini dibuat sesuai tema dari album dan menariknya lagi hanya membutuhkan waktu 1 hari di sela-rela recording untuk membuat lagu ini. Suasana Split Album yang seperti ini menjadikan kedua band semakin intim, selain juga meringankan beban biaya produksi, haha
 
Berikut link video dan juga lampiran fotonya :)

Seminar Komunikasi: Media, Seksualitas & Konsumtifisme

Warning #3

A Tribute To The 90’s